Ini Dia Kelainan-kelainan yang Mengganggu Fungsi Puting Susu

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Siapa bisa menyangkal bahwa payudara merupakan aset berharga bagi wanita? Bagian tubuh yang penting untuk menegaskan fitur khas wanita ini sejatinya berfungsi untuk memberi makan bayi. Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat fungsinya jadi terganggu.

Beberapa kelainan tersebut ada yang bersifat bawaan sehingga tidak begitu berbahaya, namun ada juga diakibatkan oleh gangguan yang bisa berakibat fatal. Mengenali kelainan ini akan sangat membantu para wanita waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Seperti dirangkum detikHealth, Rabu (9/1/2013), kelainan-kelainan tersebut antara lain:

1. Puting Rata atau Tenggelam
Terkadang dijumpai wanita yang puting payudaranya tidak menonjol, melainkan rata atau malah melesak ke dalam. Anomali ini disebut dengan Inverted Nipple dan merupakan bawaan sejak lahir, jadi bukan merupakan gejala dari penyakit tertentu.

Masalah yang ditimbulkan adalah seringkali pemiliknya jadi merasa minder. Dampak yang paling menyebalkan adalah membuat proses menyusui bayi jadi merepotkan. Apabila puting awalnya normal lalu tiba-tiba rata atau melesak ke dalam, ini yang bisa jadi merupakan pertanda kanker.

2. Nipple Discharge
Keluarnya cairan yang abnormal dari salah satu atau kedua puting payudara disebut dengan Nipple Discharge. Gangguan ini jarang terjadi pada wanita yang belum pernah hamil. Kemungkinannya meningkat seiring usia kehamilan.

Keluarnya cairan juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, terutama jika disertai dengan perubahan lain pada salah satu atau kedua payudara. Terkadang ditemukan darah atau nanah cairan yang keluar. Apabila hal ini terjadi, segera periksa ke dokter.

3. Saluran Susu Tersumbat
Ketika saluran susu di bawah puting membesar, dinding saluran menebal dan saluran terisi dengan cairan. Saluran susu kemudian tersumbat dengan zat yang kental dan lengket. Gangguan ini disebut dengan mammary duct ectasia dan tidak berisiko menyebabkan kanker payudara.

Mammary duct ectasia paling sering dialami wanita berusia 40 – 50-an tahun dan tidak menampakkan gejala. Jika ada, gejalanya berupa puting berubah warna menjadi berwarna kehijauan, hitam, atau putih kotor, jaringan payudara di sekitarnya menjadi lembut dan berwarna kemerahan, serta terdapat benjolan atau penebalan

4. Infeksi Mastitis
Mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara yang menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kemerahan pada payudara. Biasanya gejalanya disertai dengan demam dan menggigil. Gangguan ini paling sering menyerang wanita yang sedang menyusui.

Penyebabnya adalah bakteri memasuki payudara melalui kulit puting susu yang retak atau melalui lubang bukaan saluran susu pada puting susu. Bakteri pada permukaan kulit dan mulut bayi memasuki saluran susu dan berkembang biak, sehingga menyebabkan nyeri dan bengkak.

5. Penyakit Paget
Kebanyakan penyakit ini awalnya menyerang puting lalu menyebar ke areola atau area berwarna gelap di sekitar puting dan area lain di sekitar payudara. Sekilas, penyakit ini terlihat seperti eksim, lecet-lecet, berwarna merah kasar dan gatal.

Meskipun jarang, penyakit ini bisa ditemukan di kedua payudara. Yang mengkhawatirkan, umumnya penyakit ini kemudian berkembang menjadi kanker payudara. Oleh karena itu, apabila menemui penyakit ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mamogram.

6. Paresthesia
Paresthesia merupakan sensasi terbakar, menusuk, gatal atau kesemutan di payudara, termasuk puting. Sayangnya, penyebab kelainan ini masih belum diketahui dengan jelas. Para ahli percaya bahwa gangguan ini disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu seperti malnutrisi, trauma fisik, penyakit jaringan ikat, infeksi, hingga keracunan logam berat seperti merkuri, timbal dan arsen.

7. Nyeri Akibat Menyusui dan Salah Berbusana
Nyeri pada puting payudara bisa disebabkan oleh berbagai sebab. Pada saat awal menyusui bayi, nyeri bisa dipicu oleh regangan yang dialami puting karena isapan bayi dan bersifat sementara.

Rasa nyeri juga bisa disebabkan oleh posisi yang salah saat menyusui, pelepasan puting secara mendadak oleh bayi, atau penggunaan alat pompa ASI yang tidak tepat. Nyeri juga bisa muncul akibat penggunaan bra yang kurang baik.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 465 other followers

%d bloggers like this: